Red Crescent

Wednesday, 16 January 2013

Teknik Memberikan Layanan Bimbingan Konseling (BK) Kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)




“Teknik Memberikan Layanan Bimbingan Konseling (BK) Kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)”

  
Oleh:
Andi Prabowo, S.Pd.


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Proses pengenalan lingkungan baik itu mulai dari lingkungan yang terkecil sampai yang terbesar adalah keluarga, masyarakat, pengenalan semua lingkungan ini berguna dalam proses penyesuaian diri dan pergaulan dalam kehidupan yang berguna untuk perencanaan keputusan masa depan. Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan , bidang karier, maupun bidang budaya, keluarga/masyarakat.

B. Rumusan Masalah
Dalam pembuatan makalah ini penulis akan mengangkat beberapa permasalahan yang adamulai dari :
  1. Pengertian bimbingan dan konseling.
  2. Tujuan bimbingan konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
  3. Jenis- Jenis Layanan Bimbingan konseling bagi Anak berkebutuhan Khusus.

C. Tujuan.
Tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan makalah  ini adalah :
  1. Faham dan mengerti terhadap Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap anaka berkebutuhan Khusus (ABK).
  2. Mengerti terhadap apa saja layanan yang akan diberikan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).





BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan dua kata yang berbeda dan diantaranya memiliki defenisi atau pengertian yang berbeda, hal itu dapat diketahui seperti dibawah ini:
1. Bimbingan
           bantuan yang diberikan oleh seseorang , baik pria maupun wanita yang telah terltih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seseorang individu dari semua usia untuk membantunya mengatur kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri hal inilah yang dimaksud dengan “Bimbingan” (Crow & Crow 1960:4 )
            Sedangkan pendapat lain mengenai bimbingan dikemukakan oleh Mortensen dan Schmuller ( 1976;3 ) yaitu:
“Bimbingan merupakan bagian dari program pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan dan layanan dari staf khusus agar semua siswa dapat mengembangkan kecakapan dan kemampuan mereka swpenuhnya sesuai dengan arti konsep demokratis”

2.  Konseling
Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada seseorang atau kelompok klien yang sedang mengalami  masalah melalui pertlian hubungan wawancara yang akrab sehingga ia berani mengambil keputusan. Tujuan dalam konseling adalah agar klien  memperoleh pemahaman dirinya, mengarahkan dirinya sehingga mencapai aktualisasi diri yang pada gilirannya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia berada.
Sedangkan Konseling didefinisikan oleh beberapa ahli meimiliki pengertian yang sama hanya saja dalam setiap defenisi tersebut penggunaan kalimat yang berbeda. Defenisi tersebut adalah sebagai berikut:
Glenn E. Smith dalam Shertzer and Stone, 1971 : 18
Konseling adalah proses dalam mana konslor membantu klien membuat interpretasi-interpritasi  tentang fakta-fakta yang berkaitan dengan suatu pilihan rencana, atau penyesuaian – penyesuaian yang perlu dibuatnya
Mortesen dan Schmuller, 1976:301
Istilah konseling telah didefinisikan oleh banyak ahli, antara lain. Konseling sebagai suatu proses antar pribadi, dimana satu orang yang satu dibantu oleh yang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya.

B. Tujuan Bimbingan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus
           Secara umum layanan  bimbingan konseling bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekola bertujuan agar setelah mendapat layanan bimbingan konseling  anak dapat mencapai penyesuaian dan perkembangan yang optmal sesuai dengan sisa kemampuannya, bakat, dan nilai nilai yang dimilikinya. Secara umum tujuan tersebut mengarah kepada “self-actalization, selfrealition, fully functioning dan self-acceptance” sesuai dengan variasi perbedaan iindividu antara sesama anak. Hal ini  mengingat setiap siswa memiliki keunikan-keunikan tertentu.
C. Program Bimbingan dan Konseling Sesuai Tingkat Pendidikan Anak
Bimbingan Anak Luar Biasa adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada anak yang mengalami kelainan, dalam menumbuhkan rasa percaya diri, harga diri, dan kemampuan diri untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada diri dan lingkungannya agar mampu mandiri. Tujuan layanan bimbingan bagi anak luar biasa adalah:
a. Tujuan Bimbingan di TKLB
1. Membantu anak didik agar secara sosio emosioanal dapat memulai masa transisi dari kehidupan di rumah ke kehidupan di lingkungan sekolah.
2. Membantu anak mengurangi atau menghilangkan secara bertahap kebiasaan buruk dan memupuk yang baik.
3. Membantu menyiapkan perkembangan mental anak untuk masuk SD/SDLB
4. Membnatu orang tua untuk mengerti dan memahami anak sebagai individu.
5. Membantu orang tua dalam mengenali kebutuhan anak.
6. Mambantu dalam mengatasi gangguan emosi anak yang ada hubungannya dengan kelainan anak maupun situasi keluarga di rumah.
7. Membantu ornag tua anak dalam menyelesaikan masalah-masalah yang timbul sebagai akibat dari kelainan mereka.

b. Tujuan Bimbingan di SDLB
1. Membantu anak didik agar secara sosio emosioanal dapat memulai masa transisi dari lingkungan TK/lingkungan keluarga ke lingkungan SD/SDLB.
2. Membantu siswa mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi, baik dalam kegiatan belajar maupun kegiatan pendidikan pada umumnya.
3. Membantu siswa dalam memahami dirinya ( kelebihan, kekurangan, dan kelainan yang disandang ) maupun lingkungnnnya.
4. Membantu siswa dalam melakukan pilihan yang tepat untuk melanjutkan pendidikan di SLTP umum/SLTPLB.
5. Membantu orang tua dalam mengambil keputusan untuk memilih jenis sekolah yang sesuai dengan kemampuan dan kelainannya.
6. Membantu orang tua dalam memahami anak dan kebutuhannya, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.
c. Tujuan Bimbingan di SLTPLB
1. Membantu siswa agar secara sosio emosioanal dapat memulai masa transisi dari lingkungan SDLB ke lingkungan sekolah lanjutan, dan dari masa kanak-kanak ke usia remaja awal.
2. Membantu siswa dalam memahami kehidupan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta mampu mengatasi kesulitan kesulitan yang dihadapinya.
3. Membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman tentang dirinya ( kelebihan, kekurangan, dan kelainan yang disandang ) sehingga memiliki sikap dan perilaku yang wajar.
4. Membantu menyiapkan perkembangan mental siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMALB.
5. Menbantu orang tua untuk mengerti dan memahami anak sebagai individu yang telah memasuki usia remaja awal, sehingga dapat memberikan perlakuan yang wajar.
6. Membantu orang tua dalam mengambil keputusan mengenai jenis sekolah ataupun arah pilihan karier yang sesuai dengan kemampuan dan kelainannya, serta kebutuhan yang diperlukan.

d. Tujuan Bimbingan di SMALB
1. Membantu siswa agar secara sosio emosioanal dapat memulai masa transisi dari lingkungan SLTPLB ke lingkungan SMALB, serta transisi pada usia remaja.
2. Membantu siswa untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, baik dalam perkembangan pendidikan maupun pilihan karier.
3. Membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman tentang dirinya ( kelebihan, kekurangan, dan kelainan yang disandang ) sehingga memiliki sikap dan perilaku yang wajar.
4. Membantu menyiapkan perkembangan mental siswa untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan kemampuan, keterampilan, serta kondisinya.
5. Membantu orang tua untuk memahami anak sebagai individu yang telah memasuki usia remaja dan membantu mengambil keputusan untuk memilih jenis pekerjaan dan karier.

.

A .   Layanan Bimbingan Konseling Anak Tunanetra
       Bimbingan konseling bagi tuna netra adalah suatu pemberin bantuan pda individu maupun kelompok agar ia bias mandiri yang dilakukn melalui pembicaraan, interaksi, nsehat, gagasan tau arahan- arahan dan asuhan yngmemperhtikan norma yang berlaku sehingga ia bias mandiri.Dalam hal ini sehingga muncul persepsi anak tuna netra mampu untuk mandir.
Sebgimana telah dikemukakan, pengembangan kemanusiaan hendaknya mencapai pribadi- pribadi yangpendiriannya matang dengan kemampuan social yang mengejutkn, kesusilaan yang tinggi,dan keimanan serta ketakwan yang dalam. Tetapi kenyataan yang sering dijumpai adlah keadan pribd yang kurang berkembang dan rapuh, kesosialan yang pans dan sangar, kesusilaan yang rendah, dan keimana yang dangkal,Hal ini banyak dijumpai pada tuna netra sehingga akan berpengaruh pada aspek akademiknya kedepan
 Anak Tunanetra  cenderung memiliki berbagai masalah , baik yang berhubungan dengan masalah pendidikan, social, emosi , kesehatan , pengisi waktu luang maupun pekerjaan. Semua permasalahan tersebut perlu diantisipasi dengan memberikan pelayanan pendidikan , arahan, bimbingan, latihan, dan kesempatan yang luas bagi anak, sehingga permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dalam berbagai aspek tersebut dapat ditanggulangi sedini mungkin.


B.Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

1.      Layanan Orientasi
Bimbingan konseling bagi tuna netra adalah suatu pemberin bantuan pda individu maupun kelompok agar ia bias mandiri yang dilakukn melalui pembicaraan, interaksi, nsehat, gagasan tau arahan- arahan dan asuhan yngmemperhtikan norma yang berlaku sehingga ia bias mandiri.Dalam hal ini sehingga muncul persepsi anak tuna netra mampu untuk mandir.
Sebgimana telah dikemukakan, pengembangan kemanusiaan hendaknya mencapai pribadi- pribadi yangpendiriannya matang dengan kemampuan social yang mengejutkn, kesusilaan yang tinggi,dan keimanan serta ketakwan yang dalam. Tetapi kenyataan yang sering dijumpai adlah keadan pribd yang kurang berkembang dan rapuh, kesosialan yang pans dan sangar, kesusilaan yang rendah, dan keimana yang dangkal,
Hal ini banyak dijumpai pada tunanetra sehingga akan berpengaruh pada aspek akademiknya kedepan. Anak Tunanetra memiliki keterbatasan atau ketidak mampuan dalam     menerima rangsang atau informasi dari luar melalui indera penglihatannya. Penerimaan rangsang hanya dapat dilakukan melalui pemanfaatan indera lainnya.
           Sehingga Anak Tunanetra perlu sekali adanya layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan anak tersebut dapat memahami lingkungan termasuk sekolah yang baru dimasuki. Hal ini untuk mempermudah dan memperlancar berperannya di lingkungan yang baru..
            Kegiatan orientasi ini memungkinkan Anak Tunanetra mengetahui dengan posisinya,mengetahui posisi tujuan dan obyek disekitarnya serta mengetahui cara bagaimana untuk mencapai tujuan obyek tersebut.

  1. Layanan Informasi
Indera pendengaran sebagai saluran yang utama penerima informasi Keterbatasan  atau bahkan ketidak mampuan  fungsi indra penglihatan, sebagai penggantinya. Layanan Informasi ini memungkinkan  anak tuna netra  menerima dan memahami bebagai informasi

        3  .Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan ini dimaksud agar pembagian dapat dikonsentrasikan tepat dan tidak ada kesalahan penempatan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar,  program latihan , magang, kegiatan ko/ekstra-kurkuler yang sesuai dengan potensi, bakat, dan minat serta kondisi pribadinya.

4        Layanan Konselling Perorangan
Anak Tuna netra  memiliki keterbatasan dalam visualisasi. Akibatnya anak tersebut mempunyai berbagai permasalahan.Sehingga Anak tersebut memerlukan layanan konseling perorangan .Layanan ini memungkinkan anak Tuna Netra  untuk mendapatkan secara langsung tatap muka dengan Guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dialaminya.

5. Layanan Pembelajaran
Layanan Bimbingan dan Konselling bagi Anak Tunanetra yang memungkinkan dapat mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.

     6  Layanan Bimbingan Kelompok.
 Anak Tunanetra bersama sama dengan anak lainnya secara bersama sama                                                           melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan nara sumber terutama Guru Pembimbing dan atau membahas secara bersama sama pokok bahasan tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya sehari hari dan atau untuk perkembangan dirinya baik sebagai individu, maupun sebagai pelajar , dan untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan atau tidakan tertentu.

7.  Layanan Konseling Kelompok  
Anak Tuna Netra memungkinkan memperoleh layanan bimbingan dan konseling  untuk memperoleh kesempatan pembahasan dan kesempatan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok . Masalah yang dibahas itu adalah masalah pribadi yang dialami oleh masing masing anggota kelompok .
            
B. Layanan Bimbingan Konseling Anak Tunarungu
  
       1.  Layanan Orientasi
Layanan yang memungkinan peserta didik Tuna Rungu memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang
berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman

       2.   Layanan  Informasi
 Layanan yang memungkinan Anak Tunarungu menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman

       3.  Layanan Konten
Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan

 4. Layanan Penempatan dan Penyaluran
layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.



       5. Layanan Konseling Perorangan
layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

       6. Layanan Bimbingan Kelompok
layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan

        7. Layanan Konseling Kelompok
layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

C. Layanan Bimbingan Konseling Anak Tunagrahita
  
       1.  Layanan Orientasi
Layanan yang memungkinan peserta didik tunagarahita adalah mengenal tempat dan benda yang dijumpainya dan membiasakan agar anak tersebut tidak lupa. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman


       2.   Layanan  Informasi
 Layanan yang memungkinan Anak tunagrahita agar mendapatkan pendidikan dan layanan info seputar mengasah kemampuan bagi mereka. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman


       3.  Layanan Konten
Mengeksploitasi kemampuan kreatifitas anak tunagrahita agar mereka dapat mengerjakan pekerjaan yang dipegangnya dengan baik.

 4. Layanan Penempatan dan Penyaluran
layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, untuk pengembangan potensi yang ada pada anak. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.

       5. Layanan Konseling Perorangan
layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

       6. Layanan Bimbingan Kelompok
layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan

        7. Layanan Konseling Kelompok
layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.


D. Layanan Bimbingan Konseling Anak Tunadaksa
Anak-anak tunadaksa sebenarnya tidak selamanya memiliki keterbelakangan mental. Ada yang mempunyai kemampuan daya pikir lebih tinggi dibandingkan anak normal. Bahkan tidak jarang kelainan yang dialami seorang anak tuna daksa tidak mempengaruhi perkembangan jiwa dan pertumbuhan fisik serta kepribadiannya. Demikian pula ada diantara anak tuna daksa hanya mengalami sedikit hambatan sehingga mereka dapat mengikuti pendidikan sebagaimana anak normal lainnya.. Secara umum perbedaan antara anak tuna daksa dengan anak normal terutama terdapat dalam tingkat kemampuannya.
Hal tersebut merupakan tujuan utama pelayanan bimbingan di sekolah, dan tujuan tersebut terutama tertuju bagi murid-murid sebagai individu yang diberi bantuan. Akan tetapi sebenarnya tujuan bimbingan di sekolah tidak terbatas bagi murid saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan dan bagi masyarakat. Dengan demikian hakekat tujuan bimbingan dan konseling yaitu yang

B. Jenis Layanan Bimbingan Konseling anak Tunadaksa
Pengertian yang cukup mengenai fase-fase perkembangan manusia pada umumnya merupakan syarat utama apabila ingin membantu atau melayani seseorang anak atau siswa mengembangkan dirinya hingga memperoleh perkembangan yang harmonis dan optimal. Tiap fase perkembangan mempunyai sifat khas yang berlain-lainnan antar individu atau anak, oleh karena itu apabila memiliki pengertian dan pemahaman yang cukup tentang sifat khas dari fase-fase pekembangan tertentu.maka akan dapat mengambil sikap yang tepat guna ikut mendorong individu berkembang sebaiknyaseseorang dan atau sekelompok orang yang bertujuan agar masing-masing individu mampu
 Layanan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah meliputi:

         1  Layanan Orientasi
Memperkenalkan seseorang pada lingkungan yang baru dimasukinya, misalnya memperkenalkan siswa baru pada sekolah yang baru dimasukinya. Memperkenalkan lingkungan sekitarnya baik keadaan gedung sekolah,maupun nama dewan guru

         2.  Layanan Informasi
 Bersama dengan layanan orientasi memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. Informasi yang dapat diberikan di sekolah di anataranya: informasi pendidikan, informasi jabatan, dan informasi sosial budaya.

           3      Layanan Bimbingan Penempatan dan Penyaluran
Membantu menempatkan individu dalam lingkungan yang sesuai untuk perkembangan potensi-potensinya. Termasuk di dalamnya: penempatan ke dalam kelompok belajar, pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, penyaluran ke jurusan/program studi, penyaluran untuk studi lanjut atau untuk bekerja.

            4       Layanan Bimbingan Belajar
Layanan bimbingan dan Konselling yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik , materi belajar yang cocock dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Membantu siswa untuk mengatasi masalah belajarnya dan untuk bisa belajar dengan lebih efektif.

             5. Layanan  Konseling Individual
 Tingkat ketidakmampuan akibat ketinadaksaan, merupakan suatu variable penting dalam perkembangan  walaupun hal ini tidak terlepas dari perlakuan anak normal . Dengan keterbatasan gerak maka perlu adanya bimbingan dan konseling yang memungkinkan anak tuna daksa mendapatkan layanan langsung tatap muka  dengan guru pembimbing  dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dihadapinya. Konseling yang diberikan secara perorangan.

              6. Layanan bimbingan dan konseling kelompok
              Bersama dengan anak lainnya Anak tunadaksa memperolah layanan bimbingan konseling yang memungkinkan mereka secara bersama sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari guru pembimbing dan membahas secara bersama sama masalah yang dihadapi kelompok yang berguna untuk pemahaman dan kehidupannya sehari hari.  Konseling  diberikan  pada sekelompok orang yang mempunyai permasalahan yang serupa.












BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bimbingan dan konseling adalah suatu proses pemberian bantuan kepada mengembangkan dirinya secara optimal, sehingga dapat mandiri dan atau mengambil keputusan secara bertanggungjawab. Jadi yang ingin dicapai dengan bimbingan ialah tingkat perkembangan yang optimal bagi setiap individu sesuai dengan kemampuannya. Hal tersebut merupakan tujuan utama pelayanan bimbingan di sekolah, dan tujuan tersebut terutama tertuju bagi murid-murid sebagai individu yang diberi bantuan. Akan tetapi sebenarnya tujuan bimbingan di sekolah tidak terbatas bagi murid saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan dan bagi masyarakat. Dengan demikian hakekat tujuan bimbingan dan konseling yaitu suatu upaya bantuan kepada individu agar dapat menerima dan menemukakan dirinya sendiri secara efektif dan produktif, sehingga dapat mengerahkan kemampuan dirinya dengan tepat, mengambil keputusan dengan benar dan dapat menyesuaikan dengan lingkungannya
B.     Kritik dan Saran
Tak ada gading yang tak retak oleh karena itu dalam penulisan ini mungkin kami banyak terjadi kesalahan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan juga saran yang membangun sehingga  mampu untuk lebih baik untuk pembuatan tugas dikemudian hari.







DAFTAR PUSTAKA

Carolina, S.Pd dkk.http://kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=3840Jakarta:2008
Edi Purwanta.2005. Modifikasi Prilaku Alternatif Penanganan Anak Luar BiasaJakarta: Depdiknas Dirjen Dikti Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi
Elizabeth B. Hurlock, 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga

Kasiyati.(2004). Bahan Ajar Mata Kuliah Bimbingan Dan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus. Jurusan PLB FIP UNP: Padang

2 comments: