Red Crescent

Selasa, 26 Juni 2012

Pengertian Sistem Penyampaian Instruksional

PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI I

Sistem Instruksional Dalam Pembelajaran Yang Berteknologi








Oleh :

Andi Prabowo, S.Pd.
Novi Aryani, S.Pd.





MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS JAMBI
JUNI, 2012



















PEMBAHASAN


Pengertian Sistem Penyampaian Instruksional

Sistem penyampaian instruksional adalah cara-cara yang dapat ditempuh dalam penyajian suatu bahan pelajaran agar dapat dipelajari peserta didik dan tujuan pengajaran dapat dicapai. Terdapat berbagai bentuk sistem penyampaian pengajaran yang dapat dilakukan guru, misalnya mlalui bentuk Satuan Pelajaran (Satpel), modul, pengajaran berprograma, radio dan televisi pendidikan, model pengajaran unit, dan model pembelajaran terpadu. Diantara persoalan klasik dan sistemik perkembangan inovasi sistem penyampaian pengajaran berkaitan dengan “kesenjangan” antara guru sebagai penyajian suatu bahan ajar dengan peserta didik sebagai penerima bahan ajar. Karena itu, kita perlu meningkatkan langkah-langkah untuk mendorong interaksi produktif multipihak yang saling menguntungkan bagi perkembangan inovasi dan difusinya, penyebarluasan praktik baik dan hasil-hasil yang sesuai dengan potensi terbaik nasional dan daerah.
Pengelolaan sistem penyampaian; meliputi perencanaan, pemantauan pengendalian cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan, Hal tersebut merupakan suatu gabungan antara medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada pembelajar. Pengelolaan sistem penyampaian memberikan perhatian pada permasalahan produk seperti persyaratan perangkat keras/lunak dan dukungan teknis terhadap pengguna maupun operator. Pengelolaan ini juga memperhatikan permasalaan proses seperti pedoman bagi desainer dan instruktur dan pelatih. Keputusan pengelolaan penyampaian sering bergantung pada sistem pengelolaan sumber.

Pilihan Penyampaian Pembelajaran

Penyampaian pembelajaran haruslah tepat didalam pengaplikasiannya. Melalui penyampaian yang baik diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pebelajar dalam menyerap dan mengembangkan pelajaran. Dalam penyampaiannya pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan melalui tiga cara, diantaranya adalah:

a.      Synchronous Dan Asynchronous
Menurut Katherine Cennamo (2005:100) Penyampaian pembelajaran didalamnya mencakup model kelas, modul, video,  online dan penggunaan teori yang dikombinasikan. Didalam waktu penyampaiannya ada yang disesuaikan (synchronous) seperti penyampaian yang disesuaikan dengan pembelajar secara bersamaan. Sedangkan penyampaian secara tidak disesuaikan dengan pembelajaran (Asynchronous) yaitu penyampaian pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan masing-masing dalam pembelajaran.
Menurut http://blog.tp.ac.id/strategi-penyampaian-pembelajaran penyampaian secara synchronous adalah merupakan aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai dapat berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, dan video conference. Sedangkan asynchronous system adalah aplikasi yang tidak tergantung pada waktu tertentu, dimana seluruh pemakai dapat mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: millis dan e-mail.

b.   Pembelajaran Dengan Pertemuan Langsung Dan Pembelajaran Melalui Jarak Jauh
Penyampaian pembelajaran ini dilakukan dengan dua bentuk, yang pertama dilakukan pembelajaran secara langsung melalui asinkronisasi pembelajaran. Hal ini dilakukan seperti dengan memanfaatkan efisiensi pelaksanaan secara langsung didalam satu kelas belajar. Sedangkan penyampaian yang kedua, dilakukan dengan secara tidak langsung, melalui penyampaian jarak jauh. Penyampaian ini dilakukan dengan menggunakan media teknologi yang mampu menyampaikan pembelajaran dengan baik, yang mampu menembus jarak dan waktu didalam pembelajaran itu sendiri.

c.       Penyampaian Pembelajaran Secara Formal Dan Informal
Penyampaian pembelajaran secara formal dan informal, jika pada penyampaian secara formal dilakukan didalam program pelatihan dan sekolah-sekolah umum yang mengutamakan agar si pebelajar mendapatkan pengetahuan baru dan keahlian melalui penyampaian pembelajaran yang telah tersusun dan terprogram secara terperinci.sedangkan penyampaian pembelajaran secara informal bisa dilakukan tanpa terpatok didalam suatu tempat. Penyampaiannya bisa dilakukan secara fleksibel, melalui perangkat pendukung yang dapat membantu penyampaian pembelajaran, seperti dengan memanfaatkan modul pembelajaran dan pemanfaatan menggunakan web site.

Model Penyampaian

Didalam penyampaian pembelajaran yang berteknologi, ada beberapa model yang bisa digunakan didalam penyampaiannya. Menurut Katherine Cennamo (2005:102) model penyampaian pembelajaran ada delapan bentuk, diantaranya adalah:

a.    Penyampaian dikelas
Didalam penyampaian materi pelatihan, yang paling populer didalam penyampaiannya adalah dengan menggunakan model penyampaian kelas. Hal ini sangat populer didaalam penyampaian kemampuan, pengenalan pembelajaran untuk sesuatu yang dianggap baru. Penyampaian dikelas ini bisa dilakukan dengan diikuti sekitar 20 atau 30 peserta belajar.

b.   Teleconferences
Penyampaian pembelajaran pada proses kali ini dilakukan dengan menggunakan media video, video disini, hal ini disesuaikan dengan keadaan berdasarkan kelas tempat pembelajaran berlangsung. Kelebihan dari penyampaian pembelajaran dengan menggunakan teleconferences ini adalah mampu menyampaikan pelajaran walaupun pebelajar berada didaerah yang jauh dan susah ditempuh dengan menggunakan kendaraan. Dengan penyampaian tersebut, pembelajaran bisa memanfaatkan media audio dan audio-visual didalam penyampaiannya. Dalam penyampaian dengan menggunakan audio, pembelajaran dapat diamanfaatkan melalui jalur telepon, sedangkan pembelajaran dengan audio visual dapat memanfaatkan jalur via satelit.

c.    Perkembangan Teknologi Informasi dan Web
Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk berbagai kepentingan penyampaian pembelajaran terus berkembang. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan akurat, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi sekarang ini memunculkan berbagai jenis kegiatan berbasis pada teknologi, termasuk dalam bidang pendidikan. Arif S. Sadiman (2000) mengungkapkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang cenderung akan mempengaruhi segenap kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, serta pendidikan dan pelatihan. Perkembangan teknologi informasi tersebut akan menyebabkan bergesernya sistem pendidikan dan pelatihan dari berorientasi guru ke sistem yang berorientasi pada pebelajar dan semakin banyaknya pilihan sumber belajar.
Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, maka saat ini sudah dimungkinkan dan banyak diterapkan proses belajar jarak jauh dengan menggunakan internet untuk menghubungkan pebelajar dan guru, melihat jadwal belajar, mengirimkan berkas tugas belajar, melihat nilai, konsultasi, dan bahkan melakukan diskusi. Suatu pendidikan berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
1.      Pusat kegiatan pebelajar, dimana pebelajar dapat menambah kemampuan, membaca materi belajar, mencari informasi dan lainnya.
2.      Interaksi dalam group, berupa diskusi sesama pebelajar dan guru dapat terlibat di dalamnya.
3.      Sistem administrasi pebelajar, dimana pebelajar dapat melihat status, maupun prestasi mereka.
4.      Pendalaman materi dan ujian, yakni materi soal pengayaan bagi pebelajar yang memerlukan, sesuai dengan kemempuannya.
5.      Perpustakaan digital, yakni berisi berbagai informasi kepustakaan baik berupa data base maupun infomasi perpustakaan online yang dapat diakses.”(Arif S. Sadiman: 2000).

d.   Modul
Istilah modul di pinjamkan dari dunia teknologi. Modul adalah alat ukur yang lengkap. Modul adalah satu kesatuan program yang dapat mengukur tujuan. Menurut Puji Muljono Modul merupakan bahan ajar cetak yang dapat dipelajari secara mendiri oleh peserta pembelajaran, jadi pembaca dapat belajar tanpa di bantu oleh tenaga pengajar secara langsung,bahasa pola dan sifat kelengkapan di atur sehingga seolah-olah merupakan bahasa guru secara langsun kepada muridnya. Maka dari itu bahan ini sering disebut sebagai bahan instruksional mandiri.  Modul dapat di pandang sebagai paket program yang disusun dalam bentuk satuan tertentu guna keperluan belajar. Menurut buku pedoman penyusunan modul (Balitbangdikbut), yang dimaksud dengan modul ialah suatu unit program belajar mengajar yang digariskan secara terperinci. Hal terperinci tersebut adalah:
1)      Tujuan-tujuan istruksional umum
2)      Topik yang akan dijadikan pangkal proses belajar-mengajar.
3)      Tujuan instruksional khusus.
4)      Pokok –pokok materi yang akan diajarkan dan di pelajari.
5)      Kedudukan dan fungsi satuan dalam kesatuan program yang lebih luas.
6)      Peranan guru dalam proses belajar mengajar.
7)      Alat dan sumber yang akan di pakai.
8)      Kegiatan belajar mengajar yang harus dilakukan murid secara berurutan.
9)      Lembaran-lembaran kerja yang akan dilaksanakan selama proses belajar mengajar.

Penyampaian dengan menggunakan modul merupakan salah satu bentuk penyampaian melalui pemberian materi belajar kepada siswa berupa poin belajar yang akan dikembangkan dan dipelajari oleh pebelajar. Melalui bentuk penyampaian ini pebelajar akan diberikan latihan yang telah disusun secara sistematika, sehingga pelajar akan aktif dalam proses belajar tanpa harus terpatok pada kegiatan belajar dikelas.

e.    Video
Penggunaan video dalam penyampaian pembelajaran sangat efektif dalam pembelajaran demonstrasi, hal ini dikarenakan dengan menggunakan video sebagai media penyampaian dapat mengefisienkan penyampaian didalam presentasi dan analisa pembelajaran. Penyampaian dengan menggunakan video ini bisa dilakukan dengan menggunakan DVD, yaitu materi pelajaran yang pertama-tama direkam, untuk disaksikan oleh pebelajar. Atau dengan menggunakan video streaming, sehingga pebelajar dapat belajar kapanpun dengan menggunakan video tersebut.

f.     Penyampaian Secara Online
Melaui cara online pebelajar dapat memanfaatkan banyak layanan dalam pembelajaran, yaitu dengan melakukan penyampaian dengan menggunakan materi yang berkelanjutan dengan menggunakan sistem update materi. Apabila si pebelajar telah menyelesaikan materi pertama, maka pebelajar dapat melanjutkan materi dengan cara upgrade ke materi belajar yang lebih tinggi.
Teknologi Berbasis Komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan  perangkat yang bersumber pada mikroprosesor (Seels & Richey, 2000:42). Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada peserta didik melalui tayangan di layar monitor. Berbagai aplikasi komputer untuk pembelajaran biasanya disebut “computer-based intruction (CBI)”, “computer assisted instruction (CAI”), atau “computer-managed instruction (CMI)”.
Aplikasi-aplikasi ini hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan teori perilaku dan pembelajaran terprogram, akan tetapi sekarang lebih banyak berlandaskan pada teori kognitif. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat bersifat: (1) tutorial, pembelajaran utama diberikan, (2) latihan dan pengulangan untuk membantu peserta didik mengembangkan kefasihan dalam bahan belajar yang telah dipelajari sebelumnya, (3) permainan dan simulasi   untuk memberi kesempatan menggunakan pengetahuan yang baru dipelajari; dan (5) dan sumber data yang memungkinkan peserta didik untuk mengakses sendiri susunan data melalui tata cara pengakasesan (protocol) data yang ditentukan secara eksternal.

g.    CD-ROMs
Penyampaian melalui CD-ROMs pembelajaran akan sangan efektif, karena didalam penyampaiannya pebelajar akan dipermudah tanpa harus membaca buku teks. Melalui CD-ROMs materi dan konten yang akan disampaikan akan lebih banyak, karena dalam pemanfaatannya dapat banyak menyimpan aplikasi pembelajaran sesuai dengan kapasitas yang ada.

h.   Penyampaian Untuk Pembelajaran Terpadu
         Pembelajaran terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interest). Mengingat di Indonesia beberapa bentuk sistem penyampaian itu masih tahapa pengembangan dan uji coba, pada bagian ini hanya akan dibahas bentuk satuan pelajaran, pengajaran modul dan bentuk lain untuk sistem penyampaian melalui pembelajaran terpadu. Bentuk sistem penyampaian pembelajaran terpadu merupakan bentuk inovatif yang dirasakan telah menjadi kebutuhan yang cukup mendesak untuk diberlakukan.




DAFTAR RUJUKAN

Katherine Cennamo & Debby Kalk. 2005. Real World Instructional Design. Thomson Wadsworth: Unaited State of America

http://blog.tp.ac.id/strategi-penyampaian-pembelajaran



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar